"Mahakam river-side view"
Kemarin (4/10/05) malam, aku tiba di Balikpapan, setalah penerbangan panjang 2 jam lebih dari Jakarta. Apalagi beda waktu Jakarta Balikpapan 1 jam lebih dulu, so perjalanan terasa lebih panjang (jadi 3 jam). Sampai di Bandara sepinggan, seorang teman sudah menjemput dengan "mobil perangnya" Suzuki Katana:)(sorry Bud).Untungnya jalan Balikpapan cukup bagus jadi goncangan mobil Katana yang "audzubillah" itu tidak begiru terasa. Setelah diantar ke hotel (Blue Sky or Bahana Surya, one of the best hotel di BPN katanya), kami segera keluar buat nyari makan malam. Menurut seorang teman yang udah pernah ke BPN, ada penjual Mantau (Bakpao) yang sangat enak di Balikpapan, so mobil segera meluncur ke sana.Tapi mungkin memang tidak jodoh, begitu sampai di sana si empunya warung bilang "wah sudah habis", akhirnya dengan muka kecewa dan kelaparan kami kembali ke hotel dan terpaksa harus menyantap masakan hotel.Anyway singkat cerita, paginya setelah mengantar seorang teman ke Terminal penyebrangan Milik UNOCAL (dia akan menyeberang ke Penajam), aku diantar oleh Budi ke Bandara Sepinggan untuk menunggu Bus Karwayan UNOCAL yang akan bertolak ke Santan.Untuk menuju ke SMT (Santan Marine Terminal) ini ada beberapa cara, selain dengan bus kita juga bisa minta diantar oleh Helicopter atau Pesawat milik UNOCAL, namun karena alasan efisiensi UNOCAL dan pesawatnya sedang gronded, maka tidak ada pilihan lain selain naik bus, yang konon (katanya) memakan waktu sampai 5 jam ...huhhh..Pasti lelah sekali nech.Tepat jam 10, bus bergerak dari areal parkir Bandara Sepinggan menuju Samarinda (untuk menuju Santan kita lewat Samarinda). Setelah melalui perjalan 2 jam lebih aku sampai di Samarinda.Memang, Samarinda bila dibandingakan dengan Balikpapan masih kalah teratur dan rapi.Bus segera meluncur ke arah luar kota. Setelah itu pemandangan yang tampak hanyalah hutan di selingi dengan Pemukiman penduduk dan ladang.Oya, rumah-rumah Penduduk di sini dibuat diatas panggung.Aku jadi teringat rumah2x penduduk di Kuala Belait, sepanjang perjalanan dari Bandar Seri Bagawan ke Miri-Malaysia.Perjalanan 2 jam lebih pun akhirnya tertempuh, dan sampailah aku di di Pintu Gerbang SMT. Wah kompleknya luassss sekali. Dan biasa, securitynya juga sangat ketat. Setalah melapor dan dan menelpon teman yang karyawan UNOCAL, akhirnya aku diantar ke Main Office untuk mendapat penjelasan tentang Safety and Health at Working Area...Hmmm...ternyata industry Oil and Gas sangat strike menerapkan Safety Working ini lho...Sampai-sampai aku dipinjami pakaian FRC (Fire Resistant), helm, google, dan shoes.Weleh2x...Anyway Santan Marine Terminal ini meskipun Besar dan complexs (ada instalasi pengolahan Minyak dan Gasnya), ternyata sangat sepi sekali..Jangankan melihat Kaum Hawa, entertainmentnya pun sangat terbatas...meskipun ada fasilitas olahraga (Lapangan Tenis dan Kolam Renang).Sekarang aku nggak heran dech, kenapa ada temanku yang "cabut" dari Oil and Gas Industry dan memilih jadi "Banker" :).Gak kebayang tuch, di Onshore aja udah kayak gini, apalagi di offshore ya, soalnya besok aku harus ke rig di Serang dan Attaka...Oh My God...aku kangen Mall Taman Angrek :((


No comments:
Post a Comment